- PlateDiary
- Panduan
- Jurnal makanan
Panduan · Jurnal makanan
Jurnal makanan: cara mulai, dan tetap jalan.
Kamu ingat rasanya, tapi lupa nama tempatnya. Kamu ingat ketawanya, tapi lupa siapa saja yang datang. Jurnal makanan menyimpan dua-duanya — dan tidak harus rumit.
Gratis di iPhone dan Android. Tanpa akun, dan tetap jalan tanpa sinyal.
Ringkasnya
Food journaling adalah mencatat apa yang kamu makan, di mana, dan bersama siapa, supaya makanan yang berkesan tidak hilang dari ingatan. Cara paling mudah memulainya: satu foto meja setiap kali makan di luar, plus satu baris catatan.
Diperiksa
Apa itu
Food journaling adalah…
Food journaling berarti menyimpan catatan tentang makanan yang kamu makan. Ada yang menulis di buku, ada yang di aplikasi catatan, ada yang cuma mengandalkan galeri foto. Isinya bisa sesederhana “mie ayam Pak Kumis, enak banget, sama Dinda”.
Jurnal makanan untuk makan di luar beda dengan catatan makan harian. Tujuannya bukan menghitung, tapi mengingat: menu andalan di setiap tempat, kafe yang mau kamu datangi lagi, dan malam-malam yang layak diceritakan ulang.
Langkah
Cara memulai dalam lima langkah.
- Pilih satu tempat menyimpanBuku kecil, aplikasi catatan, atau aplikasi jurnal makanan. Yang penting satu tempat, bukan tersebar di galeri, chat, dan story.
- Foto mejanya duluSebelum sendok pertama. Satu foto meja menyimpan lebih banyak daripada lima foto close-up: siapa pesan apa, minumannya, dan suasananya.
- Tulis satu baris sajaNama tempat, hidangan yang paling berkesan, dan satu kata rasa. Lebih dari itu boleh, tapi jangan jadi beban.
- Tandai siapa yang ikutSetahun lagi, “siapa ya yang waktu itu ikut ke Bogor?” adalah pertanyaan paling sering.
- Lihat lagi sebulan sekaliJurnal jadi menyenangkan saat dibaca ulang: tempat yang paling sering didatangi, hidangan yang selalu dipesan, teman makan paling setia.
Contoh
Contoh catatan yang bisa kamu salin.
- Tempat: Bakmi Gang Kelinci, Pasar Baru · Pesan: bakmi ayam, pangsit goreng · Rasa: minyak ayamnya wangi · Bersama: Papa · Lagi? Pasti.
- Tempat: kedai kopi di Jalan Braga, Bandung · Pesan: es kopi susu, croffle · Rasa: terlalu manis, croffle-nya juara · Bersama: Nadia, Fikri.
- Tempat: warung lalapan dekat kos · Pesan: pecel lele, es jeruk · Catatan: sambalnya pedas beneran, minta setengah sendok saja lain kali.
Biar tidak bosan
Ide kecil supaya jurnalnya hidup.
- Beri bintang 1–5, tapi tulis juga satu alasan.
- Simpan menu andalan di setiap tempat — “di sini selalu pesan nasi bakar cumi”.
- Catat “pertama kali”: pertama kali makan durian, pertama kali ke Pasar Lama, pertama kali makan bareng calon mertua.
- Buat daftar tempat yang mau dicoba, lalu centang satu per satu.
- Kumpulkan kulineran satu kota jadi satu halaman saat liburan.
Kalau pakai aplikasi
Jurnal makanan yang mengisi dirinya sendiri.
PlateDiary dibuat untuk bagian yang paling malas: mengingat. Foto mejanya, dan setiap hidangan jadi save sendiri; save dari tempat yang sama dalam waktu berdekatan otomatis jadi satu momen. Tempat, teman makan, dan jumlah berapa kali kamu memesan sesuatu terisi dari situ. Semua kolom lain opsional.
Gratis di iPhone dan Android, tanpa akun, dan jalan tanpa sinyal. Aplikasinya berbahasa Inggris, tapi catatanmu boleh berbahasa apa saja.
Pertanyaan umum
Yang sering ditanyakan.
Apa itu food journaling?
Mencatat apa yang kamu makan, di mana, dan bersama siapa. Untuk makan di luar, tujuannya mengingat tempat, hidangan, dan orangnya — bukan menghitung.
Apa saja yang ditulis di jurnal makanan?
Minimal: nama tempat, hidangan yang berkesan, dan satu kata rasa. Tambahan yang berguna: siapa yang ikut, bintang, dan apakah mau kembali.
Lebih baik jurnal makanan di buku atau aplikasi?
Buku lebih personal; aplikasi lebih mudah dicari dan tidak lupa dibawa. Banyak orang memotret di aplikasi lalu menempel favoritnya di buku.
Apakah ada aplikasi jurnal makanan gratis?
PlateDiary gratis diunduh di iPhone dan Android, tanpa akun. Kamera, potongan hidangan, tempat, teman makan, dan peta semuanya gratis.



